PEMBELAJARAN ABAD 21


PEMBELAJARAN  SAINS ABAD KE 21



PENDIDIKAN ABAD 21
Saat ini, pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age) dengan percepatan peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information super highway (Gates, 1996). Sejak internet diperkenalkan di dunia komersial pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru dunia.  Di abad ke 21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills).
Perubahan sistem nilai dan pola kehidupan sebagai dampak laju perkembangan IPTEK dan proses globalisasi, secara tidak langsung telah menuntut prasyarat kemampuan manusia untuk memperoleh peluang partisipasi di dalamnya. Dalam konteks keterbukaan dunia, manusia hidup dalam masyarakat mega kompetisi yang terus menerus mengejar kualitas dan keunggulan (Tilaar, 1999).  Masyarakat masa depan, masyarakat global menuntut manusia bercirikan kreatif kritis, fleksibel, terbuka, inovatif, tangkas (“dexterity”), kompetitif, peka terhadap masalah, menguasai informasi, mampu bekerja dalam “team work” lintas bidang, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan (Semiawan, 1998).
Dalam kerangka mempersiapkan manusia abad 21 yang hidup dalam nuansa masyarakat pengetahuan dan mega kompetisi dengan gelombang perubahan yang sedemikian cepat, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang tidak saja bersifat deduktif tetapi juga induktif. Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja dan bertahan dengan menguasai sejumlah keterampilan untuk hidup (life skills). Pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan pilihan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga masyarakat global, masyarakat pengetahuan yang penuh dengan tantangan sekaligus peluang. Melalui pendekatan pembelajaran saintifik yang menjadi satu paket kebijakan pendidikan, yaitu Kurikulum 2013 adalah langkah strategis menyiapkan generasi emas bagi Indonesia di kancah pergaulan dunia yang terbuka. Ada tiga konsep dasar yang dibenamkan dalam Kurikulum 2013, yaitu keterampilan abad 21, pendekatan saintifik, dan penilaian autentik (Murti, 2013).

Konsep Belajar dan Pembelajaran Abad 21
Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21, guru harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pola pembelajaran yang tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru banyak memberikan ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar, mencatat dan menghafal. 
Untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu antara lain :
 1. Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran   Sebagai fasilitator dan pengelola kelas maka tugas guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
 2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking)   Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah dan kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan kreasi, hal ini akan
      Mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelesaikan tugas dari guru.

 3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi   Beberapa pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning) serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun model kelas terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.
 4. Integrasi Teknologi   Sekolah, dimana siswa dan guru mempunyai akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa harus terbiasa bekerja dengan teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu.Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih tradisional. 



Delors Report (1996) dari International Commission on Education for the Twenty-first
Century, mengajukan empat visi pembelajaran yaitu pengetahuan, pemahaman,    
       kompetensi untuk hidup, dan kompetensi untuk bertindak. Selain visi tersebut juga
      dirumuskan empat prinsip yang dikenal sebagai empat pilar pendidikan yaitu learning to
       know, lerning to do, learning to be dan learning to live together. Kerangka pemikiran ini
       dirasa masih relevan dengan kepentingan pendidikan saat ini dan dapat dikembangkan
        sesuai dengan keperluan di abad ke-21 (Scott, 2015b).

Learning to Know
Belajar mengetahui merupakan kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan
memanfaatkan materi pengetahuan. Penguasaan materi merupakan salah satu hal penting bagi siswa di abad 21 . Siswa juga harus memiliki kemauan untuk belajr sepanjang hayat.
 Hal ini berarti siswa harus secara berkesinambungan menilai kemampuan diri tentang apa yang telah diketahui dan terus merasa memperkuat pemahaman untukkesuksesan kehidupannya kelak, siswa juga harus siap untuk belajar ketka menghadapi situasi yang memerlukan keterampilan baru.

Learning to Do
Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat  ceoat maka individu perlu belajar berkarya. Siswa maupun orng dewasa sama-sama memerlukan pengetahuan akademik dan terapan, dapat menghubngkan pengetahuan dan keterampilan yang berharga.

Keterampilan berpikir kritis
         Keterampilan ini merupakan keterampilan fndamental pada pembelajaran di abad ke-21.
         Keterampilan berpikir kritis mencakup kemampuan mengakses, menganalisis,     
         mensintesis informasi yang dapat dibelajarkan, dilatihkan dan dikuasai. Keterampilan
         berpikir kritis juga menggambarkan keterampilan lainnya seperti keterampilan   
         komunikasi dan informasi, serta kemampuan untuk memeriksa, menganalisis, 
         menafsirkan, dan mengevaluasi bukti.

      Kemampuan menyelesaikan masalah
         Keterampilan memecahkan masalah mencakup keterampilan lain seperti identifikasi dan
         Kemampuan untuk mencari, memilih, mengevaluasi, mengorganisir, dan  
         memperimbangkan berbagai alternatif dan menafsirkan informasi.Seseorang harus
         mampu mencari berbagai solusi dari sudut pandang yang berbeda-beda dalam
         memecahkan masalah yang kompleks.

Prinsip Pokok Pembelajaran Abad 21
Jennifer Nichols menyederhanakannya ke dalam 4 prinsip pokok pembelajaran abad 21 yang akan dikembangkan seperti berikut :
 1. Instruction should be student-centered
      Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat.
2. Education should be collaborative
      Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
3. Learning should have context
     Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
4. Schools should be integrated with society
     Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Model Pembelajaran dan Peran Pendidik Abad 21
Model Pembelajaran Ada beberapa model pembelajaran yang layak untuk diaplikasikan dalam pembelajaran abad 21. Namun yang paling populer dan banyak di implementasikan adalan model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning dan Inquiry Based Learning
1.        PjBL atau Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.
2.        Inquiry Based Learning
          Inquiry didefiniskan sebagai usaha menemukan kebenaran, informasi, atau   
    pengetahuan dengan bertanya. Seseorang melakukan proses inquiry dimulai ketika
     lahir sampai dengan ketika meninggal dunia. Proses inquiry dimulai dengan
     mengumpulkan informasi dan data melalui pancaindera yakni penglihatan,
     pendengaran, sentuhan, pencecapan, dan penciuman.
          Pendekatan IBL adalah suatu pendekatan yang digunakan dan mengacu pada suatu cara untuk mempertanyakan, mencari pengetahuan (informasi), atau mempelajari suatu gejala. Pembelajaran dengan pendekatan IBL selalu mengusahakan agar siswa selalu aktif secara mental maupun fisik.
Peran Pendidik
         Pendidik  berperan sangat penting, karena sebaik apa pun kurikulum dan sistem pendidikan yang ada, tanpa didukung mutu pendidik yang memenuhi syarat maka semuanya akan sia-sia. Sebaliknya, dengan pendidik yang bermutu maka kurikulum dan sistem yang tidak baik akan tertopang. Keberadaan pendidik bahkan tak tergantikan oleh siapapun atau apapun sekalipun dengan teknologi canggih.

Daftar Rujukan
http://biologi-lestari.blogspot.com/2013/03/pembelajaran-abad-ke-21.html
http:// www.researchgate.net/publication/318013627 KETERAMPILAN ABAD KE- 21 KETERAMPILAN YANG DIAJARKAN ELALUI PEMBELAJARAN

http://. Desain pembelajaran 21 sains belajar dan pembelajarn di abad 21.pdf
http:// Desainpembelajaran abad 21 dan implementasinya.pdf
http:// Desain pembelajaran sains/ KMP-Belajar dan pembelajaran di abad 21.

Ø  Adapun yang ingin saya diskusikan yakni :
1.      Pada perkembangan abad ke-21, kita ketahui Perkembangan teknologi sangatlah pesat, apakah    kemampuan/ketrampilan   yang sangat  dibutuhkan oleh seorang guru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan ?
2.      Salah satu upaya untuk mengembangkan pembelajaran abad ke 21 yakni tugas guru dalam pembuatan RPP harus baik, detail dan mampu menjelaskan proes yang akan terjadi di dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Kebanyakan guru saat ini hanya hanya membuat RPP saja tanpa menerapkan langkah-langkah yang sudah mereka buat di dalam RPP tersebut. Menurut anda bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut gar langkah-langkah didalam RPP yang telah dibuat dapat terlaksana dengan baik ?
3.      Kita ketahui pembelajaran abad ke 21 lebih mengutamakan teknologi, Bagaimana dengan sekolah yang tinggal dilingkungan 3T, apakah mereka mampu mengikuti perkembangan zaman pada pembelajaran abad 21 saat ini, tolong jelaskan ?
4.      Untuk mengembangkan pembelajaran abad 21 salah satunya integrasi teknologi sekolah dimana selain fasilitas disekolah mendukung tetapi guru juga harus menguasai teknologi sebelum pembelajaran yang ingin disampaikan berlangsung. Bagaimana menurut saudara cara mengatasi jika ad seorang guru yang kurang memahami penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar ?

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Baik saya akan mencoba menanggapin pertanyaan no 3,,,menurut saya mampu mengikuti perkembangan pada zaman pembelajaran abad 21 di daerah 3T karna pada perinsip nya pembelajaran abad 21 harus berpusat pada siswa yg sifatnya kelaboratif dan kontekstual,jadi tidak harus mengutamakan teknologi karna teknogi alat untuk mempermudah proses dalam pembelajaran.dan guru harus berkreatif mencari model pebelajaran yg tepat agar siswa tidak tertinggal pada zaman pembelajaran abad 21.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  3. saya akan mencoba menaggapi poin ke 4, Dari sekian banyak masalah yang dihadapi dunia pendidikan salah satunya adalah tentang perkembangan lmu teknologi. Pesatnya perkembangan dunia teknologi juga berdampak pada semua bidang kehidupan manusia. Tidak terkecuali di dunia pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu dengan segera melakukan langkah-langkah strategis guna merekonstruksi mind set guru-guru. Yaitu, dengan melakukan pelatihan-pelatihan maupun seminar atau melakukan up grade terkait penggunaan iptek. pendidikan guru pada masa lampau tidak semuanya menggunakan alat modern seperti sekarang. Namun, di era sekarang guru-guru Indonesia dihadapkan pada realita bahwa penguasaan iptek masih lemah dan hal itu adalah sebuah keharusan. Oleh karena itu, mind set lama yang hanya terkesan statis perlu dirubah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sangat setuju dengan pendapat humairah farsa
      pemerintah sudah berupaya memfasikitasi guru-guru untuk meningkatkan kompetensi. hasil akhirnya akan kembali lagi pada pribadi guru itu. apakah ingin berubah menjadi lebih baik atau tetap di zona nyaman dan tidak mau mengikuti perkembangan

      Delete
  4. Baiklah saya akan menanggapi soal nomor 1. Kemampuan yang sangat dibutuhkan eleh seorang guru adalah :
    - Kemampuan IT dalam menggunakan komputer / laptop
    - Kemampuan dalam penggunaan sosmed , seperti whatapp atau line yang bisa dibuat group untuk
    diskusi antara guru sesama guru dan guru dengan siswa.
    - Guru harus menyediakan media pembelajaran yang inovatif dan persuasif sehingga
    meningkatkan minat belajar siswa/i.

    ReplyDelete
  5. Baik saudari saya ingin memberi tanggapan utk point 1, yang dibutuhkan oleh seorang guru yaitu ilmu pengetahuan dan teknolgi, sebagaimana kita ketuhui sangatla banyak sumber belajar yg bisa kita manfaatkan sbg menambah wawasan ttg teknologi, era digital ini dapat menjadikan perubahan proses pembelajaran menjadi mudah dan simple, tdk perlu guru panjang lebar menjelaskan didlm kelas, cukup dg robotik dan media lainnya dr ilmu teknologi yg handal dijadikan alat utk melakasanakan suatu pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. pertanyaan no 1 ada 6 keterampilan inti yang wajib dikuasai oleh guru yaitu Pertama, keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah atau sering dikenal dengan critical thinking and problem solving.Kedua, keterampilan bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik atau sering dikenal dengan collaboration and communication.Ketiga, Keterampilan berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi atau sering dikenal dengan creativity and imagination.Keempat, keterampilan untuk menjadi warga negara yang baik atau sering dikenal denan citizenship.Kelima, kemampuan atau keterampilan untuk dapat memahami dan menggunakan informasi dari berbabagai sumber untuk ditampilkan di Internet atau sering dikenal dengan digital literacy. Keenam, kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan potensi siswa atau sering dikenal dengan student leadership and personal development.

    ReplyDelete
  7. Hai putri
    Saya akan mengomentari pertanyaan nomor 1
    Salah satu keahlian dan keterampilan yg harus dimiliki oleh guru dalam menyosonsong pembelajaran abad 21 adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi yg berkembang saat ini. Dan juga guru hendaknya memiliki kwmampuan untuk mengakses atau mencari informasi terbaru sebanyak2nya yg berkaitan dg materi pembelajaran.
    terima kasih

    ReplyDelete
  8. Kemapuan yg djmikiki seorang guru dlm menghadapi pembelajaran abd 21 adalah meningkatkan kualitas. Terutama pd Iptek. Krna pembljrn abd 21 ini kemajuan teknologi yg sangat pesat dan d tuntut u/ mengetahui IT.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  9. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1 yang paling penting agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tekhnologi adalah dengan belajar untuk menguasainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat dengan saudari susanti. mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi adalah dengan belajar untuk menguasainya

      Delete
  10. saya akan menanggapi pertanyaan no 2.
    dengan cara mengkaji langkah" pada RPP, RPP merupakan rambu-rambu untuk dijadikan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan aktivitas di kelas; dengan menyusun RPP, guru telah lebih awal memikirkan cara terbaik dan termudah untuk membangun kompetensi yang dipersyaratkan pada siswa agar siswa mencapai kompetensi tersebut; dengan emgikuti langkah" pada RPP guru sedini mungkin memperkirakan efektifitas pengelolaan kelas baik menyangkut waktu, penciptaan suasana kelas, maupun upaya-upaya pencapaian tujuan pembelajaran

    ReplyDelete
  11. saya akan menanggapi pertanyaan no 3 tentang cara mengikuti perkembangan zaman pada pembelajaran abad 21 terhadap daerah yang tertinggal yaitu guru harus mmeiliki alternatif lain sehingga pembelajaran dapat terlaksana walauun dengan memanfaatkan lingkungan alam dan media sederhana.

    ReplyDelete
  12. kesiapan seorang pendidik dalam menghadapi abad 21 adalah seorang pendidik harus mampu menguasai dan memahami menggunakan teknologi dan mempunyai wawasan luas

    ReplyDelete
  13. Assalamualaikum kk putri.
    Wilda ingin membahas nomor 1.
    Hal terpenting bagi guru dalamm menghadapi pembelajaran abad 21 adalah menguasai dan terus belajar akan perkembangan IT.

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum , menurut saya selain mendalami iptek guru juga wajib mempelajari adab dalam ber iptek jgn sampai menjadi bomerang bagi guru itu sendiri

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS IPA