MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS IPA


MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS IPA

Image result for model pembelajaran
Salah satu hakekat pendidikan adalah proses mengarahkan anak pada pertumbuhan yang makin sempurna. Melalui pendidikan, anak diharapkan dapat diarahkan secara terprogram untuk mencapai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu demi tugas-tugas professional dalam hidup. pembelajaran masih menggunakan metode ceramah yang lebih berpusat pada guru. Aktivitas peserta didik sebagian besar hanyalah mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Kelemahan lain adalah bahwa materi yang diajarkan sudah tidak up to date lagi atau tidak sesuai lagi dengan realita kehidupan masyarakat.
Berkaitan dengan cara metode apa yang akan dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru harus terlebih dahulu memahami berbagai pendekatan, strategi, teknik, dan model pembelajaran. Pemahaman tentang hal ini akan memberikan tuntutan kepada guru untuk dapat memilah, memilih, dan menetapkan dengan tepat model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran.
 Dalam pembelajaran, berbagai strategi dilakukan oleh guru agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kesiapan dalam pembelajaran, ketepatan dalam pemilihan model pembelajaran dan penguasaan materi menjadi kunci efektifnya pembelajaran. Terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran.

PROBLEM BASED LEARNING (PBL) 
    
Pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang berpusat pada siswa. memposisikan siswa dengan berbagai macam masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. dengan menggunakan model pembelajaran seperti ini, siswa sedari awal di ajarkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah seperti yang akan mereka temui di kehidupannya kedepan. 

Problem Based Learning merupakan cara untuk menyajikan permasalahan sebagai titik tolak diskusi permasalahan, untuk kemudian dilakukan analisis dan di sintesis dalam kegiatan pemecahan masalah oleh peserta didik. permasalahan dapat diberikan oleh pendidik, kemudian pendidik bersama peserta didik bersama-sama untuk melakukan analisis dan memecahkan masalah tersebut.  

 ciri utama belajar menemukan yaitu:
·         mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, pengetahuan;
·         berpusat pada siswa;
·          kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.


Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Discovery Learning
Kelebihan :
a.    Membantu  siswa  untuk  memperbaiki  dan  meningkatkan  keterampilan-keterampilan  dan    proses-proses  kognitif. 
b.     Pengetahuan yang diperoleh melalui model ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan
pengertian, ingatan dan transfer.
c.      Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil.
d.     Model  ini  memungkinkan  siswa  berkembang dengan  cepat  dan  sesuai  dengan kecepatannya sendiri.
e.     Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
f.       Model ini  dapat  membantu  siswa  memperkuat  konsep  dirinya,  Karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya.
g.     Berpusat  pada  siswa  dan  guru  berperan  sama-sama  aktif  mengeluarkan  gagasan-gagasan. Bahkan gurupun dapat bertindak sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi.
h.     Mendorong siswa berpikir danbekerja atas inisiatif sendiri.
i.        Mendorong siswa berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri.
j.       Memberikan keputusan yang bersifat intrinsic.
k.     Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang.
l.        Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya.
m.   Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa.
n.     Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.
o.     Dapat mengembangkan bakat dankecakapan individu.

Kelemahan Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning atau Penemuan
a.  Model  ini menimbulkan asumsi  bahwa  ada  kesiapan  pikiran  untuk  belajar.  Bagi  siswa  yangkurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapkan hubungan antara  konsep-konsep,  yang  tertulis  atau  lisan,  sehingga  pada  gilirannya  akan  menimbulkan frustasi.
b. Model  ini  tidak  efisien  untuk  mengajar  jumlah  siswa  yang  banyak,  karena membutuhkan waktu  yang  lama  untuk  membantu  mereka  menemukan  teori  atau  pemecahan  masalah lainnya.
c. Harapan-harapan  yang  terkandung  dalam  metode  ini  dapat  buyar  berhadapandengan  siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama.
d. Pengajaran discovery lebih  cocok  untuk  mengembangkan  pemahaman,  sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian.
e. Pada  beberapa  disiplin  ilmu,  misalnya  IPA  kurang  fasilitas  untuk  mengukur  gagasan yang dikemukakan oleh para siswa
f.  Tidak  menyediakan  kesempatan-kesempatan untuk  berpikir  yang  akan  ditemukan oleh  siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru

Problem Based Learning (PBL)

Merupakan model pembelajaran yang mendorong untuk lebih aktif dan memaksimalkan kemampuan berpikir kritis untuk mendapatkan solusi dari masalah pada dunia nyata.
Dengan PBL, dapat membuat mahir dalam memecahkan dan mengambil solusi dari suatu masalah. Tujuan Problem Based Learning (PBL) adalah membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi masalah.
Kelebihan dari Model PBL :
  1.       Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  2.        Meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran siswa.
  3.       Membantu siswa dalam mentransfer pengetahuan siswa untuk memahami masalah dunia nyata.
  4.       Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
  5.       Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  6.       Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
  7.       Mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
  8.       Memudahkan siswa dalam menguasai konsep-konsep yang dipelajari guna memecahkan masalah dunia nyata(Sanjaya, 2007).
Kelemahan Model PBL :
Disamping kelebihan diatas, PBL juga memiliki kelemahan, diantaranya :
  1. siswa tidak memiliki niat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencobanya.
  2. Untuk sebagian siswa beranggapan bahwa tanpa pemahaman mengenai materi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah mengapa mereka harus berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka akan belajar apa yang mereka ingin pelajari (Sanjaya, 2007).
  3. memerlukan waktu yang banyak
  4. tidak bisa digunakan dikelas-kelas rendah
  5. tidak semua peserta didik terampil bertanya. (Thobroni dan Arif ,2011. hlm.350)
Model  Inquiry
Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Selain itu, setting pembelajarannya yang memacu siswa untuk selalu bertanya dan berdiskusi memungkinkan siswa berlatih berkomunikasi dengan orang lain sehingga keterampilan bersosialnya juga meningkat.
Adapun kelebihan-kelebihan model pembelajaran inkuri adalah:
1.    Terjadi peningkatan kemampuan ingatan dan pemahaman terhadap materi pembelajaran oleh siswa,
2.    siswa-siswa menjadi terlatih dan terbiasa menghadapi permasalahan-permasalahan baru yang ditemui. Mereka juga mempunyai keterampilan-keterampilan khusus untuk memecahkan masalah tersebut.
3.    Model pembelajaran inkuiri membantu guru secara simultan meningkatkan motivasi belajar siswa.
4.    Bagi siswa, ketika mereka belajar dengan model pembelajaran inkuiri, mereka akan tahu bahwa sumber informasi itu bisa datang dari mana saja, tidak hanya dari guru.
Beberapa kelemahan model pembelajaran inkuiri dapat saja muncul dalam suatu pembelajaran.
1.    Permasalahan dengan waktu yang dialokasikan. Apabila guru dan siswa belum begitu terbiasa melaksanakan model pembelajaran inkuri, maka ada kemungkinan yang besar waktu tidak dapat dimanajemen dengan baik.
2.    Pembelajaran inkuri yang dilakukan oleh siswa dapat melenceng arahnya dari tujuan semula karena mereka belum terbiasa melakukannya. Seringkali siswa justru mengumpulkan informasi yang tidak relevan dan tidak begitu penting. Oleh karena itu, peranan guru sebagai fasilitator pembelajaran yang handal sangat diperlukan.
3.    Pada akhir suatu pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran inkuri, bisa saja setelah segala upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh siswa dan kelompoknya ternyata membuahkan hasil yang salah, keliru, kurang lengkap, atau kurang bagus. Ini bisa jadi akan dapat menurunkan motivasi belajar mereka. Oleh karena itu guru perlu hati-hati dan "awas" terhadap apa yang sedang berlangsung di dalam kelompok-kelompok belajar di kelasnya agar setiap pembelajaran yang dilaksanakan memberikan hasil yang memuaskan bagi siswa.
4.    Akan terjadi hambatan dalam pelaksanaan model pembelajaran inkuiri ini pada siswa-siswa yang telah terbiasa menerima informasi dari guru

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL)
Pembelajaran Berbasis Proyekmerupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyekdirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.
Keuntungan pembelajaran berbasis proyek
  1.       Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai. 
  2.        Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. 
  3.       Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. 
  4.       Meningkatkan kolaborasi. 
  5.       Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. 
  6.       Meningkatkan keterampilan peserta didikdalam mengelola sumber. 
  7.       Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. 
  8.       Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata. 
  9.       Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata. 
  10.       Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. 
Kelemahan pembelajaran berbasis proyek
  1.       Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah. 
  2.       Membutuhkan biaya yang cukup banyak. 
  3.       Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di kelas. 
  4.       Banyaknya peralatan yang harus disediakan. 
  5.      Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan. 
  6.        Ada kemungkinanpeserta didikyang kurang aktif dalam kerja kelompok. 
  7.        Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan
Ø Model Penggalan (Fragmented)
Model fragmented ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda. Kelebihan pembelajaran model ini adalah siswa menguasai secara penuh satu kemampuan tertentu untuk tiap mata pelajaran, ia ahli dan terampil dalam bidang tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah Ia belajar hanya pada tempat dan sumber belajar dan kurang mampu membuat hubungan atau integrasi dengan konsep sejenis.

Ø Model Keterhubungan (Connected)
The Connected Model (Model Terhubung) yaitu dalam setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik dan konsep dengan konsep dalam satu mata pelajaran. Model ini penekanannya terletak pada perlu adanya integrasi inter bidang studi itu sendiri. Isi mata pelajaran yang dikaitkan, misalnya topik dengan topik, konsep dengan konsep, dan ide-ide yang berhubungan. Kaitan dapat diadakan secara spontan atau direncanakan terlebih dahulu sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif.
Kelebihan yang diperoleh dalam model connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap. Kekurangan dalam model ini, model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.

Ø  Model Sarang (Nested)
Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi.
Keunggulan model sarang antara lain : kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang.
Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan.
Ø  Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Model Pengurutan (Sequenced) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel.
Keunggulan model ini adalah dalam penyusunan urutan topic, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak dibatasi oleh apa yang sudah tercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut pandang siswa, pengurutan topic yang berhubungan dari disiplin yang berbeda akan membantu mereka untuk memahami isi dari mata pelajaran tersebut.
Kelemahan model pengurutan antara lain perlu adanya kerjasama antara guru-guru bidang studi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara konsep yang satu dengan konsep yang lainnya.
Ø Model Bagian (Shared)
Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.
Kelebihannya yaitu lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam. Sedangkan kekurangannya yaitu model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.
Ø Webbed Model (Model Jaring Laba-laba)
Merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Menurut Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu menyatakan Webbed menyajikan pendekatan tematik untuk mengintegrasikan mata pelajaran. Satu tema yang subur dijaring laba-labakan untuk isi kurikulum dan mata pelajaran. Mata pelajaran menggunakan tema untuk menyelidiki keseuaian konsep, topik, dan ide-ide. Karakteristik pendekatan tema ini untuk mengembangkan kurikulum dimulai dengan satu tema misalnya “transportasi”, “penyelidikan”, dan lain-lain.
Kelebihan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa. Sedangkan kekurangan model ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.

Ø Model Galur/ benang (Threaded)
Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya.
Kelebihan dari model ini antara lain: konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Sedangkan kekurangan yaitu hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya.

Ø  Model Keterpaduan (Integrated)
Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan kurikulum berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya Pengetahuan Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata pelajaran.
Kelebihan dari model ini yaitu siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi murid. Sedangkan kekurangan yaitu model ini sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar bersama.

Ø  Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Kelebihan dari model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan kekurangan dari model ini adalah siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.
Ø  Model Jaringan (Networked)
Terakhir, model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa. Kelebihan dari model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya. Sedangkan kekurangannya adalah kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber.
Daftar Pustaka

http://www.smartgeografi.com/2015/06/keunggulan-kelemahan-model-problem.html

Dari uraian diatas ada 3 pertanyaan yang ingin saya diskusikan :
1.          Salah satu kelemahan model pembelajaran discovery yakni bagi  siswa  yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan berpikir atau mengungkapkan hubungan antara  konsep-konsep,  yang  tertulis  atau  lisan,  sehingga  pada  gilirannya  akan  menimbulkan frustasi. Bagaimana sikap kita sebagai seorang guru untuk mengatasi siswa tersebut ?

2.          Pada beberapa model memiliki kelemahan yakni kurangnya waktu yang dialokasikan sehingga pada pelaksanaan kemungkinan besar tidak dapat dimanajemen dengan baik. Bagaimana cara kita sebagai seorang guru agar model pembelajaran yang kita gunakan tersebut dapat terlaksana  dengan baik sesuai alokasi waktu yang telah ditentukan ?

3.          Dari uraian diatas model pembelajaran ap yang sering anda gunakan dan adakah dampak perubahan pola pikir  anak baik itu secara kritis maupun kreatif tersebut. Tolong jelaskan ?





Comments

  1. Baiklah disini saya akan menanggapi pertanyaan nomor 3

    Dari model diatas saya pernah (tidak sering) menggunakan model PBL, menurut saya karena dengan menggunakan model PBL ini siswa/i dituntut untuk menemukan pengetahuan baru, dapat meningkatakan motivasi dan kreatifitas dalam proses belajar mengajar dan dalam menggunakan model PBL ini siswa/i juga dituntut untuk merumuskan masalah sehingga dari situ siswa/i bisa lebih berfikir kritis dan kreatif dalam mengemukakan masalahnya.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum,
    Artikel yang sangat menarik.
    saya akan menanggapi pertanyaan nomor 1
    Agar siswa tidak frustasi dalam menghubungkan konsep maka guru perlu memberikan bimbingan dan mengarahkan dengan memberikan pertanyaan singkat yang dapat mengarahkan siswa kepada konsep yang dimaksud

    ReplyDelete
  3. untuk pertanyaan no 2 guru harus selalu Mengontrol penggunaan waktu. Dengan memanfaatkan sarana jam tangan/jam dinding guru dapat memantau dan mengontrol alokasi pembelajaran sehingga tepat waktu.Selain cara tersebut, sesungguhnya budaya disiplin menerapkan pembelajaran cukup mendukung tercapainya target kurikulum sesuai alokasi waktu pembelajaran yang sudah disusun dalam persiapan mengajar. Dapat disimpulkan bahwa target penyampaian materi pelajaran mungkin akan sulit tercapai seratus persen. Namun demikian berbagai kendala yang dihadapi dapat diminimalisir melalui upaya kreatif dari guru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju dengan saudari bestia bahwa seorang pendidik harus selalu mengontrol penggunaan waktu dengan memanfaatkan jam dan dan seorang guru dapat memntau dan mengantar alokasi

      Delete
  4. Menanggapi pertanyaan no 3.
    Saya lernah menggunkan model pbl. Dampak positif menggunakan model pbl adlh siswa lebih aktif dan d tuntut u/ menemukan penemuan baru. Sehingga kreatifitas siswa meninggkat.

    Pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  5. Untuk pertanyaan nomor 3 saya senang menggunakan kedua model tersebut. Namun yang sering saya lakukan ada model PBL (Problem based learning) dengan memulai materi dengan menguraikan masalah-masalah / pertanyaan mendasar yang berhubungan dengan materi. terimkasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dengan saudari susanti. Saya suka saya terapkan model PBL (Problem based learning) dengan memulai materi dengan menguraikan masalah-masalah / pertanyaan mendasar yang berhubungan dengan materi. terima kasih

      Delete
  6. saya akan menanggapi pertanyaan no 2.
    Dengan menyusun langkah- lqngkah model pembelajaran dengan efisien, guru sedini mungkin memperkirakan efektifitas pengelolaan kelas baik menyangkut waktu, penciptaan suasana kelas, maupun upaya-upaya pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai

    ReplyDelete
  7. Saya menanggapi no 2
    Yang harus taati atau diikuti adalah alokasi waktu yang telah di sepakati dalam RPP, menentukan target pencapaian bila siswa dirasa kurang mengerti setelah pelajaran yang di sampaikan maka pada akhir pelajaran cara yang tepat adalah dengan penugasan dengan adanya tugas disana siswa akan belajar kembali terhadap materi yang tadinya mereka pelajarii. kemudian Skill guru dalam menggunakan waktu se efisien mungkin dan pembelajaran juga berjalan efektif itu sangatlah penting.

    ReplyDelete
  8. Untuk nomor nomor 3, saya biasanya menggunkan model terpadu, tapi biasanya peserta didik perlu pancingan. Hingga mereka secara mandiri berfikir kritis dan memahaminya

    ReplyDelete
  9. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang cara kita sebagai seorang guru agar model pembelajaran yang kita gunakan tersebut dapat terlaksana dengan baik sesuai alokasi waktu yang telah ditentukan yaitu dengan memanfaatkan waktu seefektif mungkin dan membuat target yang harus dicapai sehingga terlaksanya pembelajaran yang efektif

    ReplyDelete
  10. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Kendala yang ditemui pada model discovery dapat diatasi dengan guru berinovasi dalam model pembelajaran dgn menambahkan beberapa step yang dikhususkan untuk permasalahan tsb. Trims

    ReplyDelete
  11. Terimakasih atas artikel yang telah di posting oleh saudari putri. Ini sangat membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas artikel yang telah di posting oleh saudari putri. Ini sangat membantu

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PEMBELAJARAN ABAD 21